JURNAL WIDYA https://jurnal.amikwidyaloka.ac.id/index.php/awl <p><strong>JURNAL WIDYA</strong> merupakan media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dari penulis atau calon Penulis, Jurnal Ini diterbitkan dua kali dalam satu Tahun (dua kali terbit dalam satu Volume (dua nomor terbitan), dan Frekuansi waktu Terbitan enam bulanan (6 bulanan) yakni Frekuensi antara <strong>bulan April-September dan Oktober-Maret</strong>. Sejak tahun 2020 Jurnal didirikan dan mulai dipublikasikan secara online (Elektronik) juga terdaftar ISSN di LIPI, dengan nomor E-ISSN: <strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210826060938212">2807-5528</a></strong> (Online), P-ISSN: <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1586761018"><strong>2746-5411</strong></a> (Print)</p> <p><strong>Ruang Lingkup (Scope);</strong> Penelitian yang dapat di yang dapat dimuat/diterbitkan pada jurnal Widya ini diutamakan bidang Teknologi Informasi, Bidang Ilmu Komputer, Bidang Informatika, Bidang Rekayasa Perangkat Lunak, Bidang Sistem Informasi, Bidang Sistem Komputer, Bidang Teknik Komputer, Teknik Perangkat Lunak, Bidang Data Sains, Bidang Ilmu Manajemen, Bidang Ekonomi &amp; Sains, Bidang Bisnis &amp; Informasi.</p> <p><strong>Fokus (Focus) ;</strong> Bidang Penelitian dan kajian yang dapat dipublikasikan pada JURNAL WIDYA ialah : Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Basis Data, Aplikasi Interaktif, Multimedia, Ilmu Komputer, Fuzzy Logic, Jaringan Saraf Tiruan, Kecerdasan Buatan, Sistem Kecerdasan, Big Data, Sistem Informasi Enterprise, Rekayasa Sistem, Ekonomi &amp; Sains, Manajemen &amp; Bisnis, Digital Bisnis, E-commerce, Teknik Komputer, Sistem Komputer, Arsitektur Komputer, Jaringan Komputer, Soft Computing, Teknologi Pendidikan, Pendidikan Komputer, Internet of Thing, Sistem Pakar, Program Aplikasi, Database Management Ssytem, Supply Chain Management, <strong><em>(seterusnya sesuai dengan Scope)</em></strong></p> AMIK WIDYALOKA en-US JURNAL WIDYA 2746-5411 Pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa berwawasan kearifan lokal https://jurnal.amikwidyaloka.ac.id/index.php/awl/article/view/3 <p>Dunia pendidikan saat ini masih menampung banyak masalah. Program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan belum menampakkan hasil seperti yang diharapkan. Jumlah anak usia pendidikan dasar yang berada di luar sistem pendidikan nasional masih sangat besar. Kualitas pendidikan pun masih relatif rendah. Sumberdaya manusia yang berkarakter sebagaimana diungkapkan di atas dapat dicapai melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan jiwa <em>entrepreneurship</em>, yaitu jiwa keberanian dan ke-mauan menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar, jiwa kreatif untuk mencari solusi dan mengatasi problema tersebut, dan jiwa mandiri dan tidak ber-gantung pada orang lain. Salah satu jiwa <em>entrepreneurship </em>yang perlu dikembangkan melalui pendidikan adalah karakter yang bersumber dari budaya bangsa. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang disebut sebagai kaidah emas (<em>the</em> <em>golden rule)</em>. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar sebagaimana diungkapkan di atas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus ber-pijak pada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri (Sudrajad, 2010). Pembentukan karakter dimulai dari keinginan untuk mengetahui serta melakukan hal yang baik agar tercipta kebiasaan, baik dihati, pikiran, maupun perilaku. Dalam membentuk karakter positif, peserta didik perlu mengetahui alasan mengapa berbuat baik, merasakan hal yang baik, dan melakukan hal yang baik. Perlunya lingkungan belajar yang positif dan peduli yang ditandai dengan penuh kasih sayang, penuh dengan kepedulian, kompetensi guru dan staf sekolah yang memberikan inspirasi dan bebas dari berbagai bentuk tindak kekerasan, serta pendidikan yang inklusif.</p> James Ronald Tambunan Copyright (c) 2021 James Ronal Tambunan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-09-11 2021-09-11 1 2 1 14