Pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa berwawasan kearifan lokal

Main Article Content

James Ronald Tambunan

Abstract

Dunia pendidikan saat ini masih menampung banyak masalah. Program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan belum menampakkan hasil seperti yang diharapkan. Jumlah anak usia pendidikan dasar yang berada di luar sistem pendidikan nasional masih sangat besar. Kualitas pendidikan pun masih relatif rendah. Sumberdaya manusia yang berkarakter sebagaimana diungkapkan di atas dapat dicapai melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan jiwa entrepreneurship, yaitu jiwa keberanian dan ke-mauan menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar, jiwa kreatif untuk mencari solusi dan mengatasi problema tersebut, dan jiwa mandiri dan tidak ber-gantung pada orang lain. Salah satu jiwa entrepreneurship yang perlu dikembangkan melalui pendidikan adalah karakter yang bersumber dari budaya bangsa. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang disebut sebagai kaidah emas (the golden rule). Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar sebagaimana diungkapkan di atas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus ber-pijak pada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri (Sudrajad, 2010). Pembentukan karakter dimulai dari keinginan untuk mengetahui serta melakukan hal yang baik agar tercipta kebiasaan, baik dihati, pikiran, maupun perilaku. Dalam membentuk karakter positif, peserta didik perlu mengetahui alasan mengapa berbuat baik, merasakan hal yang baik, dan melakukan hal yang baik. Perlunya lingkungan belajar yang positif dan peduli yang ditandai dengan penuh kasih sayang, penuh dengan kepedulian, kompetensi guru dan staf sekolah yang memberikan inspirasi dan bebas dari berbagai bentuk tindak kekerasan, serta pendidikan yang inklusif.

Article Details

Section
Articles

References

APPI. 2010. Rekomendasi Peran Pendidikan dalam Pembangunan Karakter Bangsa. Konferensi dan Workshop tentang Peran Pendidikan dalam Pemba-ngunan Karakter Bangsa pada 16—17 Oktober 2010 di Universitas Negeri Malang (UM).

Budimansyah, D. 2007. “Pendidikan Demo-krasi Sebagai Konteks Civic Education di Negara-negara Berkembang”, Jur-nal Acta Civicus, Vol.1 No.1, hlm.11-26.

Depdiknas. 2003. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pusat Dokumentasi Depdiknas.

Depdiknas. 2005. Undang-undang Guru dan Dosen. Bandung: Adicita Karya Nusa.

Depdiknas. 2007. Pedoman Penilaian Guru dalam Jabatan. Jakarta: Direktorat Pe-ningkatan Mutu Pendidik dan Te-naga Kependidikan.

Koesoema, Doni. 2010. Pendidikan Karakter. Roma: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kepausan Salesian.

Raka, I.I.D.G. 2008. Pembangunan Karakter dan Pembangunan Bangsa: Menengok Kembali Peran Perguruan Tinggi. Ban-dung: Majelis Guru Besar ITB.

Sudrajat, Akhmad. 2010. “Tentang Pen-didikan Karakter” (dalam http://akh-madsudrajat.wordpress.com/2010/-08/20/pendidikan-karakter-di smp) diakses 18 Oktober 2010.

Sudrajat, Akhmad. 2010. “Indikator Keber-hasilan Program Pendidikan Karak-ter” (dalam http://akhmadsudrajat.-wordpress.com/2010/08/20/pendidi kan-karakter-di-smp/) diakses 18 Oktober 2010.

Sukarno. 1965. Di Bawah Bendera Revolusi. Jakarta: PanitIa Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.

Supriadi, Dedi. 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Bandung: Adicita Karya Nusa.

Wahab, Rochmat. 2010. “Membangun Pen-didikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal” (dalam http://pagenjahan.-blogspot.com/2010/07/makalah-se-minar-nasional-pendidikan-2.html) diakses 18 Oktober 2010.

Widodo, Rachmad. 2010. “Benarkah Pen-didikan Kita Mengabaikan Pendidik-an Karakter” (dalam http://wyw1d.-wordpress.com/2010/01/24/benark ah-pendidikan-kita-mengabaikan-pendidikan-karakter/) diakses 18 Oktober 2010.

Winataputra, U.S. dan Budimansyah, D. 2007. Civic Education: Konteks, Landas-an, Bahan Ajar, dan Kultur Kelas. Ban-dung: Program Studi Pendidikan Ke-warganegaraan SPs UPI.